Profil KUA Kragan

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb. Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allh SWT, bahwa kami segenap pegawai Kantor Urusan Agama Kecamatan Kragan dengan Ridho dan Karunia-Nya telah dapat melaksanakan tugas-tugas yang diembankan kepada kami selama ini dan melaksanakan beberapa tugas keagamaan, sebagaimana diamanatkan dalam Kepres No. 45 tahun 1974. Dengan kerendahan hati, walaupun dengan bentuk yang masih sangat sederhana kami paparkan profil Kantor Urusan Agama Kecamatan Kragan yang mendeskripsikan aktifitas dan kinerja perkantoran yang terselenggara.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa apa yang kami sampaikan dalam profil ini penuh dengan keterbatasan dan kekurangan baik dalam hal ketidaksempurnaan substansi, teknis dan format penulisan sehingga perlu diperbaiki dan perlu ditingkatkan, demi kemajuan sesuai yang di harapkan. Kemudian kritik, saran dan segala bimbingan pengarahan senantiasa kami harapkan untuk langkah perkembangan Kantor Urusan Agama Kecamatan Kragan selanjutnya kearah lebih baik.

Selanjutnya, ucapan terima kasih dan penghargaan kami sampaikan kepada:

1. Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Rembang

2. Kasubag TU, Kasi Urais, Kasi Penamas, Kasi Penyelenggara Haji Umroh, Kasi Mapenda, Kasi Pekapontren dan Gara Zawa beserta seluruh staff Kandepag Kab. Rembang

3. Camat Kragan beserta Muspika dan, Kepala UPT/Dinas Instansi di lingkungan Kecamatan Kragan atas kerjasama yang baik

4. Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pembantu PPN, Penyuluh Non PNS, Perawat Jenazah Putri serta semua pihak yang tidak kami sebut satu persatu yang telah membantu kinerja kami.

Semoga amal dan niat ikhlas dari berbagai pihak tersebut dapat diterima oleh Allah sebagai pahala serta mendapat balasan kebaikan dari-Nya. Jazakumullah khairan katsira.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Kragan, Januari 2011

Kepala KUA Kragan

Drs. H. ZUHRI

NIP. 196511291994031001

IKHTISAR EKSEKUTIF KUA

Kec. Kragan sebagai salah satu institusi pemerintah dibawah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang merupakan salah satu bagian dari institusi pemerintah yang ada di Kabupaten Rembang. Oleh karena itu untuk mengatur dan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara prima dan memuaskan, maka dijabarkan dalam sasaran rencana kinerja sebagai berikut;

1. Mengadakan peningkatan sistem administrasi, dokumentasi dan pelayanan publik,

2. Meningkatkan kualitas SDM dan pelayanan publik dalam pencatatan nikah dan rujuk,

3. Meningkatkan pembinaan dan kualitas keluarga sakinah sehingga terwujud kemandirian keluarga,

4. Meningkatkan pembinaan sistem pengelolaan masjid, zakat, wakaf, baitul maal dan ibadah sosial yang profesional dan produktif untuk meningkatkan kesejahteraan ummat,

5. Mewujudkan pemahaman masyarakat dalam bidang pangan halal dan kehidupan ummat beragama,

6. Mewujudkan pelayanan haji yang memuaskan dan berkualitas sehingga terwujud jama’ah haji yang mandiri.

Dalam upaya memaksimalkan sasaran rencana kinerja tersebut, maka ditetapkan suatu tujuan, yaitu:

1. Mewujudkan sistem administrasi, dokumentasi dan pelayanan publik yang baik dan akuntabel, 2. Menciptakan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat dalam pencatatan nikah dan rujuk, mewujudkan keluarga yang harmonis, bahagia dan sejahtera serta terwujudnya kemandirian keluarga,

3. Mewujudkan pembinaan sistem pengelolaan masjid, zakat, wakaf, baitul maal dan ibadah sosial yang profesional dan produktif untuk meningkatkan kesejahteraan ummat,

4. Meningkatkan pemahaman masyarakat dalam bidang pangan halal dan kehidupan ummat beragama,

5. Meningkatkan pelayanan haji yang memuaskan dan berkualitas sehingga terwujud jama’ah haji yang mandiri.

Dari paparan sasaran dan tujuan tersebut, maka diaplikasikan dalam bentuk operasional yang tertuang dalam rencana program dan kegiatan KUA Kec. Kragan. Dari sekian banyak program dan kegiatan tersebut tingkat keberhasilannya baik, karena hampir seluruh rencana program dan kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik.

Kendala yang masih dihadapi oleh KUA Kec. Kragan adalah: masih rendahnya pemahaman masyarakat dalam beragama, sehingga terjadi kekurangsepahaman dalam memandang suatu hal, rendahnya anggaran dana serta kurangnya fasilitas penunjang pendidikan bagi pegawainya. Oleh karena itu langkah-langkah solutif dan futuristik yang diambil oleh KUA Kec. Kragan adalah: memberikan pemahaman agama secara sistematis, berkesinambungan dan berwawasan global-demokratis, mengoptimalkan sumber dana anggaran sesuai program prioritas dan memaksimalkan potensi SDM KUA melalui kegiatan pendidikan non formal, seperti : kegiatan pelatihan, seminar maupun kegiatan sosialisasi peraturan atau kebijakan baru.

PROLOG

Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan bagian dari struktur Kementerian Agama, bertugas menyelenggarakan sebagian tugas umum pemerintahan dan pembangunan di bidang agama. KUA merupakan bagian paling bawah dari struktur Kementerian Agama yang berhubungan langsung dengan masyarakat dalam satu wilayah kecamatan, sebagaimana ditegaskan dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 517 Tahun 2001 bahwa Kantor Urusan Agama bertugas melaksanakan sebagian tugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota di bidang Urusan Agama Islam di wilayah kecamatan.

Perkantoran terkait erat dengan manajemen yang baik, demikian pula Kantor Urusan Agama yang juga harus menerapkan prinsip dasar manajemen, diantaranya:

1. Planning: Yaitu adanya proses pemikiran dan penentuan secara matang dari berbagai hal yang akan dikerjakan hari ini dan hari mendatang dalam rangka pencapaian tujuan akhir yang telah direncanakan

2. Organizing: Yaitu proses pengelompokan orang-orang, sarana-prasarana, tugas dan tanggungjawab serta wewenang, sehingga tercapai tujuan organisasi yang dapat digerakkan sebagai satu kesatuan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.

3. Actuating: Yaitu proses berjalannya sebuah tanggungjawab dan kewenangan yang harus dilaksanakan dalam pelayanan sehari-hari

4. Controlling: Yaitu proses pengamatan dari seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah digariskan

Ke-empat prinsip tersebut harus dijalankan dalam sebuah organisasi termasuk Kantor Urusan Agama karena dengan manajemen yang baik dan benar maka apa yang menjadi tugas-tugas pokoknya akan dapat dilaksanakan sesuai harapan.

Hal yang tidak kalah penting dalam pencapaian sebuah tujuan adalah kemampuan para pegawai yang dimotori oleh kepala KUA dalam mengenal masyarakat dengan adat dan kebiasaan yang ada karena tugas pokok Kantor Urusan Agama adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat dibidang pembangunan keagamaan. Hal ini dikarenakan disetiap daerah mempunyai karakteristik tersendiri yang tentu cara menghadapinya akan menjadi berbeda-beda. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh banyak hal, diantaranya tingkat pendidikan, jenis mata pencaharian, tingkat status sosial, ekonomi dan kualitas kadar keberagamaan dan lain sebagainya.

Di era reformasi dan transparansi seperti sekarang ini muncul sebuah paradigma dan tuntutan baru dari masyarakat tentang pelaksanaan tugas KUA sebagai pelayan public yang mengarah pada perbaikan dan penyempurnaan pelayanan yang lazim dikenal dengan istilah pelayanan prima.

Dalam hal perbaikan dan penyempurnaan pelayanan ini telah disikapi dan disambut baik pemerintah dan didukung oleh seluruh pimpinan dan segenap jajaran dilingkungan Kementerian Agama dengan menerbitkan peraturan-peraturan sebagai berikut:

 Instruksi Menteri Agama RI Nomor 01 Tahun 2000 tentang pelaksanaan Keputusan Menteri Agama Nomor 168 Tahun 2000 tentang Pedoman Perbaikan Pelayanan Masyarakat.

 Keputusan Menteri Agama Nomor 373 Tahun 2001 tentang Penataan Organisasi Kantor Urusan Agama Kecamatan

 Keputusan Menteri Agama Nomor 517 Tahun 2001 yang menegaskan bahwa Kantor Urusan Agama bertugas melaksanakan sebagian tugas dari Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota di bidang dUrusan Agama Islam di wilayah kecamatan.

 Keputusan Menteri Agama Nomor 298 tahun 2003 tentang Pencatatan Nikah

 Keputusan Menteri Agama Nomor 11 tahun 2007 tentang Pencatatan Nikah.

Dalam merespon tuntutan masyarakat KUA diharapkan mampu bekerja secara efektif, efisien, professional dan amanah. Profil Kepala KUA sebagai manajer harus mampu tampil sebagai sosok yang kharismatik dan berwibawa sehingga mampu mengorganisir orang-orang yang menjadi bawahan. Dan begitu pula bawahan sebagai anak buah harus mampu tampil professional sesuai bidang yang dibebankan.

Dengan demikian maka akan tercapai satu keseimbangan dan keterpaduan yang akan menjadi satu kesatuan gerak menuju satu tujuan yaitu pelayanan prima kepada masyarakat.

Dalam penjabarannya KUA mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut:

 Menyelenggarakan statistic dan dokumentasi kegiatan perkantoran

 Menyelenggarakan surat-menyurat, pengurusan surat, kearsipan, pengetikan dan rumah tangga Kantor Urusan Agama

 Pelaksanaan pencatatan nikah dan rujuk bagi masyarakat setempat yang beragama Islam, mengurus dan membina masjid, zakat wakaf, baitul maal dan ibadah sosial, kependudukan dan keluarga sakinah, penanganan lintas sektoral dan yang terbaru adalah penyelenggara manasik haji tingkat kecamatan. Dari hal tersebut maka KUA Kec. Kragan menyusun profil tahun ini sebagai bahan acuan untuk mendapatkan data yang valid sekaligus sebagai bahan evaluasi,referensi data dan laporan hasil pencapaian kerja dan kinerja KUA Kecamatan Kragan, sebagai wujud pertanggungjawaban dalam pelaksanaan tugas-tugasnya. Disusunnya profil Kantor Urusan Agama Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang ini mempunyai maksud dan tujuan sebagai berikut:

 Dalam rangka memberikan gambaran dan informasi serta referensi secara garis besar dari seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan oleh KUA Kec. Kragan

 Sebagai bahan penilaian dan kajian serta evaluasi terhadap program kerja KUA Kec. Kragan tentang program yang telah dilaksanakan maupun yang belum

 Sebagai laporan hasil pencapaian kerja dan kinerja KUA Kec. Kragan, sebagai wujud pertanggungjawaban dalam pelaksanaan tugas-tugas KUA. Ruang Lingkup

 KUA Kec. Kragan merupakan unit pelaksana dari Kantor Kementerian Agama Kab. Rembang yang ada di daerah/wilayah Kec. Kragan, yang mana segala kegiatan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di Wilayah Kec. Kragan.

 KUA Kec. Kragan secara struktural dan fungsional merupakan bagian dari instrument pemerintah yang dalam melaksanakan tugasnya tidak lepas dari kerja sama dan koordinasi dengan instansi terkait yang ada di wilayah Kecamatan.

Sejarah Singkat Sejak dibentuknya Departemen Agama tanggal 03 Januari 1946, selang beberapa bulan lahir pula Kantor Urusan Agama Kecamatan di seluruh Indonesia, termasuk KUA Kecamatan Kragan.

Pada awal-awal berdirinya, KUA Kecamatan Kragan menempati rumah penduduk di desa Pandangankulon Kecamatan Kragan dengan status pinjam pakai dan dalam kondisi pegawai yang terbatas serta sarana dan prasarana seadanya. Dua tahun berlangsung kemudian KUA Kecamatan Kragan pindah tempat di desa Kragan Kecamatan Kragan, dimana desa Kragan adalah sebagai pusat pemerintahan Kecamatan Kragan.

Kepindahan tersebut masih pinjam dirumah penduduk dengan status pinjam pakai beberapa tahun kemudian KUA Kecamatan Kragan pindah tempat lagi dan ikut nempel di serambi Masjid Kragan sekaligus ikut memelihara dan memakmurkan Masjid tersebut.

Baru tahun 1979 tepatnya tanggal 31 Desember 1979 dimulai pembangunan gedung KUA Kecamatan Kragan, namun pemerintah saat itu hanya mampu membangun gedungnya saja sedangkan lokasi tanah masih harus pinjam yaitu tanah Masjid Kragan. Para pengurus ta’mir Masjid menyetujui dalam penggunaan tanah tersebut, karena keberadaan KUA Kragan benar-benar dapat membantu dan memakmurkan masjid sebagai pusat kegiatan umat islam.

Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan masyarakat khususnya di bidang keimanan dan ketaqwaan [mental sepiritual] serta perekonomian yang maju pesat mendorong untuk segera diadakan perluasan dan renovasi masjid, maka pada pertengahan tahun 2006 masjid Kragan di bongkar dan semua bangunan yang ada di atas tanah masjid diminta segera pindah termasuk KUA Kecamatan Kragan.

Maka Kepala Departemen Agama Kabupaten Rembang yang pada saat itu dijabat oleh Bapak Drs.H. M. Rofiq Musa, SH, MH mengajukan permohonan lahan untuk lokasi KUA Kragan kepada Bupati Rembang. Akhirnya pengajuan itu di setujui oleh Bupati Rembang dan diberi lahan yaitu bekas rumah dinas Camat Kragan, berdasarkan Keputusan Bupati Rembang tanggal 20 Nopember 2007 Nomor : 030/1662/2007 tentang penetapan lokasi tanah untuk pembangunan gedung Kantor Urusan Agama [KUA] Kecamatan Kragan Kabupaten rembang seluas 440 m2, sertifikat hak pakai Nomor :710.

Atas dasar ijin Bupati Rembang itulah dimulai pembangunan gedung Kantor Urusan Agama [KUA] Kecamatan Kragan yang dibiayai oleh Kantor Wilayah Departemen Agama Jawa Tengah dan diresmikan penggunaannya oleh Kepala Departemen Agama Kabupaten Rembang pada tanggal 13 Pebruari 2008. Adapun perkembangan Kantor Urusan Agama [KUA] Kecamatan Kragan dari segi organisasi dan pelayanan telah mengalami beberapa peningkatan yaitu antara lain :

a. Kesadaran masyarakat kragan dalam beragama meningkat, dengan bukti kualitas keimanan dan ketaqwaan semakin mantap yaitu jumlah masjid sebanyak 43 buah dengan kondisi bangunan yang representative, demikian juga jama’ah haji semakin banyak jumlahnya dimana, tahun 2010 ini berjumlah 139 orang.

b. Kesadaran masyarakat dalam beribadah sosial juga cukup tinggi yaitu mereka mewakafkan harta miliknya untuk tempat-tempat ibadah maupun yang lain, sehingga tahun 2010 ini tanah yang telah diwakafkan sebanyak 259 bidang dengan luas 316.704,5 m2 dengan perincian kegunaan wakaf untuk:

Masjid : 53 bidang, luas 41.108 m.

Musholla : 127 bidang, luas 20.020,5 m.

Qubur islam : 42 bidang, luas 202.824 m.

Madrasah : 17 bidang, luas 23.046 .m.

Bondo masjid : 10 bidang, luas 26.219 m.

Tpq : 1 bidang, luas 382 m.

Ponpes : 5 bidang, luas 1.635 m.

Yayasan : 2 bidang, luas 1.093 m.

Jalan : 1 bidang, luas 35 m

Kantor NU : 1 bidang, luas 342 m

Yang telah bersertifikat sebanyak 209 dengan luas 195.135 m, sedangkan yang belum bersertifikat sebanyak 50 bidang dengan luas 121.569,5 m.

Begitu juga dalam segi pendidikan telah mengalami peningkatan. Hingga tahun 2010 ini kecamatan karagan mempunyai lembaga pendidikan sebagai berikut : PAUD : 36 TK : 32 RA : 7 TPQ : 134 SD : 36 MI : 5 SMP : 6 MTs : 2 SMA : 1 MA : 2 Madin : 49 PONPES : 5

Dalam struktur organisasi KUA Kecamatan Kragan juga mengalami pergantian Kepala / Pimpinan beberapa kali seperti di bawah ini :

1. 1951 s/d 1954 : K.Moh. Hafidz

2. 1954 s/d 1959 : K.Moh. Djoepri

3. 1959 s/d 1960 : K.Abd. Rohim Abdullah

4. 1960 s/d 1976 : K.Moh. Basyir

5. 1976 s/d 1978 : K.Yasir

6. 1978 s/d 1981 : K.Munawir

7. 1981 s/d 1985 : K.Kamal Nur

8. 1985 s/d 1996 : K.Abdul muiz

9. 1996 s/d 2000 : Nuril Anwar SH

10. 2000 s/d 2001 : H. Zubaidi

11. 2001 s/d 2003 : Plt. Nuril Anwar SH

12. 2003 s/d 2004 : Drs. H. Mahmudi

13. 2004 s/d 2006 : H. Suhadi SH

14. 2006 s/d sekarang : Drs. H. Zuhri

Sedangkan jumlah tempat ibadah di kecamatan Kragan yaitu:

Masjid : 53

Musholla : 222

Langgar : 31

Gereja : 4

Kapel : -

Vihara : 1

Pura : – K

lenteng : -

KEADAAN GEOGRAFIS DAN DEMOGRAFIS

KUA Kecamatan Kragan terletak di jalan raya Sedan nomor 4 Kragan, berada di sebelah selatan masjid besar Al-Ishlah Kragan. Kecamatan Kragan mempunyai wilayah 27 desa yang berbatasan dengan daerah lain :

Sebelah Utara : Laut Jawa

Sebelah Selatan : Kecamatan Sedan

Sebelah Timur : Kecamatan Sarang

Sebelah Barat : Kecamatan Sluke.

Penduduk yang mendiami wilayah Kecamatan Kragan merupakan penduduk yang heterogen. Hal tersebut dapat dilihat dari data statistik kependudukan Kec. Kragan. Dengan jumlah penduduk sebanyak 60.400 jiwa dengan rincian pemeluk agama sebagai berikut:

1. Penduduk yang beragama Islam : 59.928

2. Penduduk yang beragama Kristen : 171

3. Penduduk yang beragama Katolik : 229

4. Penduduk yang beragama Budha : 72

5. Penduduk yang beragama Hindu : -

6. Penduduk yang beragama Konghucu : -

Dari data di atas, Islam merupakan agama mayoritas yang dipeluk oleh penduduk wilayah Kecamatan Kragan, sehingga hal ini akan berpengaruh terhadap prosentase pelayanan pernikahan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Kragan.

Jumlah peristiwa NTCR tahun 2010 :

Nikah : 641 – Luar Kantor : 591 – Kantor : 50

Thalak ; 16

Cerai : 44

Rujuk : -

Jumlah pembantu PPN diwilayah Kecamatan Kragan sebanyak 39 orang dan kesemuanya telah ber SK kecuali 2 orang.

Sedangkan Jumlah penyuluh Agama Islam Non PNS berjumlah 15 orang. Jumlah Ulama’ 81 orang, Jumlah ponpes 5 buah, jumlah khotib 215 orang, jumlah muballigh 27 orang, jumlah ORMAS 14 buah, jumlah perawat jenazah putra 37, orang jumlah perawat jenazah putri 27 orang, jumlah qorban 403 orang dan yang menerima qorban berjumlah 16720 orang.

Adapun wilayah Kecamatan Kragan terbagi ke dalam 27 desa, yaitu:

1. Tanjungsari 2. Sendangmulyo 3. Sendangwaru 4. Ngasinan 5. Kendalagung 6. Mojokerto 7. Tanjungan 8. Kebloran 9. Karanganyar 10. Karanglincak 11. Karangharjo 12. Kragan 13. Tegalmulyo 14. Balongmulyo 15. Narukan 16. Sudan 17. Terjan 18. Sendang 19. Watupecah 20. W o r o 21. Sumurpule 22. Plawangan 23. Sumbergayam 24. Pandangan Wetan 25. Pandangan Kulon 26. Sumurtawang 27. Sumbersari

Mata Pencaharian Ada beberapa hal yang mempengaruhi mata pencaharian penduduk sebuah wilayah, diantaranya adalah keadaan tanah wilayah itu sendiri, tingkat pendidikan dan jauh tidaknya rumah penduduk dengan lokasi industri. Wilayah Kecamatan Kragan merupakan wilayah yang terdiri dari daerah pesisir pantai, pertambakan, pedesaan, persawahan dan perkebunan, namun meski demikian jenis pekerjaan penduduk heterogen.

Ada sebagian penduduk Kecamatan Kragan yang bekerja sebagai nelayan, petani sawah dan penggarap kebun, buruh, sopir, pedagang, anggota Polri/TNI dan PNS. Namun ada juga yang berprofesi sebagai pengrajin kuningan, pengrajin batik, buruh pabrik, guru, dan wiraswasta.

Dilihat dari letak geografis dan demografisnya menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Kecamatan Kragan bermata pencaharian pertanian dan nelayan serta sebagian lain PNS dan Swasta. Sejarah Singkat Warga Kecamatan Kragan merupakan warga yang agamis dan mayoritas beragama Islam, sehingga sebagian dari praktek kehidupan masyarakat menggunakan hukum Islam. Praktek ini telah terjadi sejak Islam masuk di wilayah Kragan. Berlakunya hukum perkawinan Islam bagi pemeluknya mengakibatkan munculnya lembaga yang mengatur bidang perkawinan Islam ini sehingga proses pernikahan tidak terjadi secara liar.

Sedangkan yang mengatur perkawinan di desa-desa pada saat itu adalah modin sebagai pemuka agama setempat. Namun tentu saja pengaturan ini tidaklah seperti jaman sekarang karena pada saat itu belum dilakukan pencatatan.

Setelah Indonesia merdeka dan lahir UU No. 22 Th. 1946 tentang Pencatatan Nikah, Talak dan Rujuk untuk wilayah Jawa dan Madura, kemudian disusul dengan lahirnya UU No. 32 Tahun 1954 tentang pembelakuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1946 untuk wilayah Luar Jawa dan Madura, sehingga setelah berlakunya Undang-Undang tersebut maka praktis hukum perkawinan produk Hindia Belanda tidak berlaku lagi dan undang-undang yang berlaku bagi seluruh warga Negara Indonesia baik yang beragama Islam maupun non Islam, warga pribumi maupun warga keturunan adalah UU No. 22 Tahun 1946 itu. Lalu UU No. 22 Tahun 1946 ini disempurnakan lagi dengan UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang semakin mengukuhkan eksistensi lembaga pencatatan nikah di masing-masing wilayah kecamatan yaitu pada Kantor Urusan Agama Kecamatan.

Letak Kantor Kantor Urusan Agama Kecamatan Kragan terletak di Jl. Raya Sedan No. 4 Kragan, Kode Pos 59273 email, fb dan blog: kuakragan@ymail.com. Letak ini sangat strategis karena mudah dijangkau dengan kendaraan dan angkutan umum. Kantor ini juga terletak tidak terlalu jauh dengan kantor instansi lain sehingga memudahkan dalam pengurusan persuratan, mempercepat koordinasi, pengurusan administrasi serta hubungan lintas sektoral dan lain sebagainya.

PROGRAM UNGGULAN

1) SIMKAH Online

2) Nikah Barokah Bersama Kiai (Nikah Massal/Gratis)

3) Komputerisasi Blangko Nikah (Cetak Akta Nikah, NB, NC dan lain-lain dengan Printer Khusus – Epson PLQ-20)

4) Tim Sertifikasi Arah Kiblat Kec. Kragan

5) Semua tempat ibadah dan Kuburan telah diukur arah kiblatnya.

6) Tim Sertifikasi Produk Halal Kec. Kragan

7) Perawat Jenazah (Modin) Putri Setiap Desa

8) Senyum Dhuafa’

  • Penyerahan Zakat dan Infaq Kepada Faqir Miskin
  • Khitan Massal bagi Anak Fakir Miskin

9) Honor P3N dan Modin Putri dari Pemda

10) Pembangunan Aula Kantor

11) Desa Binaan Keluarga Sakinah

12) Bimbingan Manasik Haji

13) Jaringan informasi teknologi dengan email dan fb akun kuakragan@ymail.com , serta blog www.kuakragan.blog.com

MOTTO KUA KRAGAN

Dalam kegiatan pelayanan kepada masyarakat, KUA Kec. Kragan memiliki motto untuk Melayani dengan sepenuh HATI” dengan penjabaran;

H : Hiasai diri dengan Senyum, Salam dan Sapa

A : Amanah dalam melaksanakan tugas

T : Terampil dalam bekerja

I : Ikhlas dalam berkhidmah

VISI KUA KRAGAN

Adapun visi dalam pelayanannya adalah terwujudnya KUA Kec. Kragan sebagai kantor pelayanan PRIMA

P : Profesional dalam tugas

R : Ramah dalam pelayanan

I : Ikhlas dalam berkhidmah

M : MAksimal dalam bekerja

A : Amanah dalam mengemban tugas

MISI KUA KRAGAN

Sedangkan misi pelayanan adalah sebagai berikut :

 Meningkatkan kualitas pelayanan nikah dan rujuk berbasis IPTEK mewujudkan validitas data dan informasi dengan mudah, cepat dan akurat

 Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia KUA yang handal dan professional

 Memberdayakan peran ulama dan penyuluh agama sebagai motivator dan fasilitator dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama

 Mengoptimalkan bimbingan masyarakat dalam mewujudkan keluarga sakinah

 Menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perwakafan, zakat, infaq dan shadaqah Kepegawaian Pegawai merupakan salah satu unsur penting yang keberadaannya sangat vital dalam hal keberhasilan sebuah program.

Yang dimaksud disini adalah pegawai yang mampu menjadi sumber daya manusia (man power) yang memiliki semangat dan kemampuan dalam berbagi bidang yang menjadi tugas Kantor Urusan Agama. Untuk membentuk ini semua, kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Kragan berusaha secara kontinyu mengadakan evaluasi terhadap kinerja para pegawainya sehingga terbentuk pegawai yang cakap dalam menjalankan tugasnya, prima melayani masyarakat.

Dalam hal ini Kantor Urusan Agama Kecamatan Kragan didukung oleh 7 pegawai yang terdiri dari 1 (satu) orang Kepala dan 2 (dua) orang Penghulu serta 4 (empat) orang Staf, yang masing-masing menangani bidang kerja tertentu dan semuanya berstatus Pegawai Negeri Sipil serta mampu bekerja dalam bidang yang menjadi tugas dan wewenang KUA.

Namun meski demikian mereka tetap mampu menangani bidang kerja yang lain ketika yang bersangkutan sedang berhalangan atau mendapatkan tugas khusus. Ke-empat personel beserta tugasnya tersebut adalah:

1. NAMA : Drs. H. ZUHRI NIP : 196511291994031001 Pangkat/Gol : Penata Tk.I / IIId Jabatan : Kepala KUA / PPN

Dengan uraian tugas :

 Kepala KUA Kecamatan Kragan

 PPN (Menerima, Memeriksa, Menghadiri dan Mencatat Peristiwa Nikah Rujuk)

 PPAIW

 Bertindak Sebagai Wali Hakim

 Melakukan Pembinaan Terhadap Badan Semi Resmi (BKM, BP4, P2A, LPTQ, BHR, Dll)

 Melakukan Pengawasan dan Bertanggung jawab Atas Hal-Hal Yang Berhubungan Dengan Pencatatan Nikah Rujuk

 Melakukan Pembinaan Dan Pengawasan Terhadap Pelaksanaan Tugas Pegawai KUA

 Melakukan Pembinaan Secara Rutin Terhadap Peran Pembantu PPN Dalam Membantu Melaksanakan Tugas KUA

 Merencanakan, Mengorganisir&Mengevaluasi Pelaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsi KUA

 Menyelesaikan Permasalahan Yang Muncul Dalam Pencatatan Pernikahan Dan Rujuk

 Bekerjasama dengan dinas/instansi terkait dalam pembinaan keluarga sakinah secara berkala

 Menyeleksi keluarga sakinah terpilih tingkat kecamatan untuk mengikuti lomba di tingkat kabupaten, propinsi maupun nasional

 Melakukan Koordinasi Dengan Dinas/Instansi Terkait Di Tingkat Kecamatan

 Mengadakan Pembinaan Dan Melakukan Kerjasama Dengan Ormas Islam Yang Ada Di Wilayah Kec. Kragan

 Melakukan Pembenahan Secara Fisik Hal-Hal Yang Berkaitan Dengan Kondisi Balai Nikah Maupun Tata Ruang Kantor

 Melaksanakan Tugas-Tugas Lintas Sektoral

 Melaporkan Hasil Kerja Kepada Atasan Langsung.

2. NAMA : H. NASIKHUN, SH NIP : 196705011991031004 Pangkat/Gol : Penata / IIIc Jabatan : Penghulu

Dengan uraian tugas :

 Menerima Pendaftaran Nikah dan Memeriksa Berkas Persyaratan Nikah (NB)

 Membantu Pemeriksaan Pihak-Pihak Yang Terlibat Dalam Pencatatan Nikah Seperti Wali Dan Kedua Mempelai

 Mengadministrasi Agenda Nikah pada Buku Kutipan Akta Nikah (Model NA), Membuat Pengumuman Nikah (Model NC), Menulis Register Atau Akta Nikah (Model N) dan Membuat Surat-Surat Yang Berkaitan Dengan Pencatatan Nikah Dan Rujuk Apabila Timbul Masalah Dalam Pencatatannya

 Membendel Blangko Pemeriksaan Nikah Serta berkas lain Yang Berhubungan Dengan Pencatatannya.

 Membuat Grafik Statistic NTCR

 Mengadministrasi Putusan Talak Dan Cerai dalam Buku Pendaftaran Talak Cerai (Model T & C)

 Membuat Laporan Bulanan Peristiwa Nikah Dan Rujuk.

 Mendata keluarga sakinah dimasing-masing kelurahan dan Melakukan sosialisasi keluarga sakinah kepada catin melalui penasehatan perkawinan

 Membuat laporan perkembangan klasifikasi keluarga sakinah secara berkala

 Melakukan pendataan masjid dan musholla/langgar, membuat laporan tempat-tempat ibadah dan pemeluk agama serta membentuk BKM tingkat kecamatan

 Melakukan kerjasama dengan BKM Kecamatan untuk mengadakan pembinaan organisasi dan manajemen kemasjidan

 Melayani proses pendaftaran sertifikasi tanah wakaf, pembukuan ikrar wakaf, akta ikrar wakaf bagi wakif dan nadzir, Melakukan sosialisasi tentang perwakafan

 Membuat data direktori wakaf, Membuat laporan rekapitulasi perkembangan sertifikasi tanah wakaf secara rutin kepada Kepala Kandepag Kota Rembang Cq Gara Zakat Wakaf

 Melakukan pendataan produsen makanan halal dan memberikan informasi tentang produk halal  Mendata produk makanan yang diproduksi di tingkat produsen kecamatan sudah berlabel halal atau belum serta kerjasama dengan dinas/instansi lain untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang produk halal

 Membuat Data Haji Se Kecamatan Kragan, Memberikan Informasi Haji Kepada Para Calon Jamaah Haji dan Memberikan Pelayanan Yang Berkaitan Dengan Semua Proses Persiapan Pelaksanaan Ibadah Haji Di Kecamatan Kragan.

 Melakukan kerjasama dengan IPHI kecamatan dalam pelaksanaan manasik haji.

 Membantu tugas-tugas Kepala KUA

 Melaporkan hasil kerja kepada atasan langsung 3. NAMA : SITI UMI HANIK NIP : 196810131990032002 Pangkat/Gol : Penata / IIIc Jabatan : Staff Dengan urain tugas :

 Membuat segala pembukuan keuangan kantor yang bersumber dari PNBP maupun DIPA maupun dari sumber lain yang sah

 Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan PNBP dan DIPA

 Menerima Titipan Uang Pendaftaran Pernikahan dari Catin untuk kemudian Setor PNBP NR Ke Kantor BRI

 Mengadministrasi keuangan BPIH untuk operasional manasik haji serta membuat laporan pertanggungjawaban keuangan BPIH

 Melayani masyarakat yang memerlukan informasi tentang ZIS serta melayani muzakki yang akan memberikan dana melalui BAZ Kecamatan

 Menerima pengajuan dana dari UPZ ke BAZ Kecamatan Kragan serta membukukan keuangan ZIS secara Rutin dan membuat laporan rekapitulasi perolehan ZIS Melalui BAZ secara berkala

 Melaksanakan tugas yang berkaitan dengan surat menyurat baik surat keluar maupun surat masuk, mengarsip segala jenis surat-surat dinas

 Membuat ekspedisi pengambilan surat nikah

 Melayani permintaan surat-surat berupa rekomendasi nikah, duplikat surat nikah, legalisir, surat keterangan masuk islam, dll

 Pendistribusian blangko NR

 Membuat laporan bulanan, triwulan, dan laporan tahunan

 Mengerjakan buku stok penerimaan blangko- nikah dan rujuk

 Mendata badan semi resmi kecamatan dan membuat laporan seputar kegiatan semua badan semi resmi kecamatan

 Mengadministrasi kegiatan lintas sektoral dan membuat catatan hasil kegiatan lintas sektoral

 Membuat daftar hadir (absensi pegawai), membuat data inventaris kantor, menata Buku Perpustakaan Kerja serta mempersiapkan perangkat kerja KUA

 Membuat rencana kerja kepala KUA

 Menginventarisasi data kegiatan ibadah sosial

 Membantu tugas-tugas kepala

 Melaporkan hasil kerja kepada atasan langsung

4. NAMA : Drs. H. M. ROFIQ MUSA, SH. MH. NIP : 195801201990011001 Pangkat/Gol : Pembina / IVa Jabatan : Staff

Dengan urain tugas :

 Membuat segala pembukuan keuangan kantor yang bersumber dari PNBP maupun DIPA maupun dari sumber lain yang sah

 Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan PNBP dan DIPA

 Menerima Titipan Uang Pendaftaran Pernikahan dari Catin untuk kemudian Setor PNBP NR Ke Kantor BRI

 Mengadministrasi keuangan BPIH untuk operasional manasik haji serta membuat laporan pertanggungjawaban keuangan BPIH

 Melayani masyarakat yang memerlukan informasi tentang ZIS serta melayani muzakki yang akan memberikan dana melalui BAZ Kecamatan

 Menerima pengajuan dana dari UPZ ke BAZ Kecamatan Kragan serta membukukan keuangan ZIS secara Rutin dan membuat laporan rekapitulasi perolehan ZIS Melalui BAZ secara berkala

 Melaksanakan tugas yang berkaitan dengan surat menyurat baik surat keluar maupun surat masuk, mengarsip segala jenis surat-surat dinas

 Membuat ekspedisi pengambilan surat nikah

 Melayani permintaan surat-surat berupa rekomendasi nikah, duplikat surat nikah, legalisir, surat keterangan masuk islam, dll

 Pendistribusian blangko NR

 Membuat laporan bulanan, triwulan, dan laporan tahunan

 Mengerjakan buku stok penerimaan blangko- nikah dan rujuk

 Mendata badan semi resmi kecamatan dan membuat laporan seputar kegiatan semua badan semi resmi kecamatan

 Mengadministrasi kegiatan lintas sektoral dan membuat catatan hasil kegiatan lintas sektoral

 Membuat daftar hadir (absensi pegawai), membuat data inventaris kantor, menata Buku Perpustakaan Kerja serta mempersiapkan perangkat kerja KUA

 Membuat rencana kerja kepala KUA

 Menginventarisasi data kegiatan ibadah sosial

 Membantu tugas-tugas kepala

 Melaporkan hasil kerja kepada atasan langsung

5. NAMA : MASYKUR NIP : 196708111993031002 Pangkat/Gol : Penata Muda / IIIa Jabatan : Staff

6. NAMA : SITI CHOLIFAH, SH NIP : 197005251991032001 Pangkat/Gol : Penata / IIIc Jabatan : Staff

Kegiatan Administrasi Adapun kegiatan KUA Kragan yang telah dilaksanakan adalah:

Kegiatan I Administrasi

1. Menyelenggarakan administrasi dan dokumentasi

2. Menyelenggarakan surat-menyurat

3. Pengurusan surat

4. Kearsipan

5. Pengetikan

6. Rumah Tangga KUA

Kegiatan II Pencatatan Nikah dan Rujuk

1. Pendaftaran kehendak nikah

2. Pemeriksaan calon pengantin

3. Pengumuman kehendak nikah

4. Penasehatan calon pengantin

5. Melaksanakan pencatatan nikah

6. Penerbitan kutipan akta nikah (model NA)

Kegiatan III Pelayanan Peristiwa Nikah dan Rujuk

1. Pengumuman kehendak nikah

2. Pelaksanaan Sus Catin

3. Pelayanan pelaksanaan pernikahan

4. Pelaporan peristiwa nikah dan rujuk

Kegiatan IV Penasehatan Perkawinan

1. Pelaksanaan identifikasi bahan-bahan penasehatan perkawinan

2. Pelaksanaan penyusunan bahan-bahan penasehatan perkawinan

3. Pelaksanaan penasehatan perkawinan

4. Evaluasi dan laporan

Kegiatan V Pembinaan Keluarga Sakinah

1. Identifikasi Keluarga Sakinah

2. Penetapan Tingkat Keluarga Sakinah

3. Melakukan Pembinaan Keluarga Pra Sakinah

4. Monitoring desa binaan keluarga sakinah

Kegiatan VI Pengembangan Kepenghuluan

1. Pelaksanaan Fatwa Hukum Munakahat

2. Pelaksanaan bidang mu’amalat

Kegiatan VII Pembinaan IBSOS, Zakat, Wakaf

1. Pembinaan takmir masjid dan musholla

2. Sosialisasi dan pembinaan Zakat

3. Inventarisasi lokasi wakaf

4. Penerbitan AIW/APAIW

5. Mengusulkan pensertifikatan tanah wakaf

6. Penggalangan infaq dan shadaqah

7. Penyaluran zakat, infaq dan shadaqah

8. Mendata dan mengkoordinir Modin Putri

9. Pelatihan Modin/Perawat Jenazah Putri

Kegiatan VIII Manasik Haji

1. Membentuk panitia manasik haji tingkat kecamatan

2. Menyiapkan tempat manasik haji

3. Menyiapkan pembimbing manasik yang terdiri dari pembimbing ibadah haji dan tim kesehatan calon jamaah haji

4. Mengundang calon jamaah haji untuk mengikuti manasik haji di kecamatan kragan

5. Memberikan pelayanan manasik haji dengan sebaik-baiknya

6. Memberi informasi penting kepada calon jamaah haji

7. Membuat LPJ pelaksanaan manasik haji

Kegiatan IX Badan Hisab Rukyat

1. Melaksanakan pengukuran arah kiblat pada tempat-tempat ibadah Islam, perumahan dan kantor.

2. Pengukuran serta pemasangan tanda arah kiblat pada makam.

3. Melakukan sosialisasi arah kiblat yang benar kepada masyarakat

4. Memberikan pelayanan pengukuran arah kiblat di rumah warga yang mengajukan permohonan pengukuran

5. Memberikan jadwal sholat dan imsakiyah kepada masyarakat disesuaikan dengan lokasi masing-masing desa

Kegiatan X Sertifikasi Produk Halal

1. Mengadakan inventarisasi produk halal.

2. Melakukan sosialisasi pencantuman label halal kepada produsen

3. Memberikan sosialisasi pentingnya penggunaan dan konsumsi label halal kepada masyarakat dalam mengkonsumsi produk

4. Pelatihan penyembelihan hewan halal

5. Pengusulan sertifikasi produk halal Ketatausahaan, Surat Menyurat dan Administrasi Bidang tata usaha merupakan kegiatan rutin sehari-hari yang meliputi kegiatan tata persuratan dinas, diantaranya:

 Menerima, mengolah dan menindaklanjuti surat dari atasan maupun, dinas lain maupun dari masyarakat serta menatanya secara teratur dan dinamis

 Mengagenda&mengarsip surat masuk dan keluar secara berkesinambungan.

 Menghimpun peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas pokok KUA

 Membuat laporan tugas kepada kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang secara tepat waktu, baik laporan bulanan, triwulan, semesteran maupun tahunan.

Administrasi perkantoran pada KUA Kragan meliputi pengadministrasian seluruh rangkaian bidang yang menjadi tugas pokok KUA dengan tujuan agar tercipta tertib administrasi. Dengan adanya tertib administrasi, maka akan tercipta kepastian hukum pada peristiwa nikah dan hal lain yang menjadi bidang garapan KUA Kecamatan Kragan seperti wakaf dan lain sebagainya. Hal tersebut dikarenakan administrasi merupakan satu-satunya bukti autentik tentang terjadinya sebuah peristiwa dalam ruang lingkup tugas KUA. Oleh karenanya KUA Kragan berupaya melakukan pengamanan administrasi dan menatanya agar memudahkan dalam pelayanan terhadap masyarakat.

Secara lengkap bentuk administrasi perkantoran di KUA Kec. Kragan adalah sebagai berikut:

Penyelenggaraan administrasi Kantor Urusan Agama Kecamatan Kragan dibagi menjadi tiga hal yaitu:

 Administrasi Nikah, Rujuk, Talak, dan Cerai Administrasi nikah meliputi pendaftaran kehendak nikah, pemeriksaan berkas, pengumuman kehendak nikah, pencatatan dalam buku akta nikah dan penyalinan dalam buku kutipan akta nikah. Sedangkan pencatatan rujuk belum pernah dilaksanakan karena selama ini belum pernah terjadi peristiwa rujuk di KUA Kecamatan Kragan. Demikian juga catatan poligami dipisahkan tersendiri untuk memudahkan administrasi. Administrasi yang menjadi tanggungjawab KUA pada bidang NTCR berdasarkan KMA Nomor 11 tahun 2007 adalah yang berhubungan dengan pendaftaran nikah, pemeriksaan catin pada lembar model NB, pengumuman kehendak nikah pada lembar NC, pengawasan nikah dan pencatatan nikah pada lembar N, penerbitan kutipan akta nikah model NA, pencatatan pendaftaran cerai dan talak dari hasil penetapan Pengadilan Agama yang mempunyai kekuatan hukum tetap pada buku model T dan C, penasehatan perkawinan, pelayanan duplikat buku nikah, legalisir buku nikah. Dalam hal pencatatan peristiwa cerai, pengadiministrasian dilakukan dengan cara mencatat peristiwa cerai yang telah memperoleh putusan pengadilan yang memiliki hukum tetap (in kracht) ke dalam buku model C. Demikian juga untuk pencatatan peristiwa talak, pengadiministrasiannya dilakukan dengan cara mencatat peristiwa talak yang telah mendapatkan penetapan pengadilan yang memiliki hukum tetap (in kracht) ke dalam buku model T sebagaimana keduanya telah diatur dalam PMA nomor 2 tahun 1990.

 Administrasi Keuangan Administrasi keuangan KUA terdiri dari keuangan biaya nikah sejumlah Rp. 30.000,-/peristiwa N yang merupakan biaya nikah yang masuk dalam penerimaan Negara bukan pajak (PNBP) yang harus disetorkan kepada kas Negara dan juga keuangan yang bersumber dari DIPA yang meliputi anggaran perawatan gedung dan halaman, anggaran alat tulis kantor yang bersumber dari dana DIK-S.

 Administrasi Zawaibsos Administrasi zakat yang juga menyangkut infaq dan shadaqah dilakukan oleh badan amil zakat yang telah dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Camat Kragan, baik mulai dari proses pengumpulan, pengelolaan dan sampai kepada pendistribusiannya. Administrasi wakaf ini meliputi pengarsipan ikrar wakaf, akta ikrar wakaf, pengesahan nadzir dan sertifikat yang telah selesai diurus di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Semuanya dapat dihimpun dalam satu daftar sehingga dapat diketahui jumlah tanah wakaf yang belum ikrar wakaf, yang telah ikrar wakaf namun belum selesai proses pensertifikatannya maupun yang telah selesai pensertifikatannya. Dari daftar ini dapat diketahui jumlah tanah yang dijadikan sebagai sarana kemaslahatan umum beserta ukuran luasnya. Sedangkan administrasi pada bidang perwakafan meliputi:

 Benda beserta barang buktinya yang akan diwakafkan dan tujuan wakaf. Jika ditemukan tidak ada permasalahan, maka akan diadakan ikrar wakaf

 Ikrar wakaf oleh wakif kepada nadzir (Blangko W1) yang disaksikan oleh dua orang saksi dihadapan PPAIW

 Menerbitkan surat pengesahan nadzir (model W5)

 Menerbitkan akta ikrar wakaf (model W2)

 Membantu mengurus sertifikat wakaf ke BPN Jika semua telah selesai, KUA mengarsip semua surat dan dokumen mulai dari W1, W2, W5 dan foto copy sertifikat yang telah selesai diurus. Dengan demikian akan diketahui kapan saja tentang sebuah lokasi tempat ibadah apakah telah diwakafkan secara resmi atau belum.

Administrasi KUA yang lain adalah yang berhubungan dengan kegiatan semi resmi seperti BP4, LPTQ, LP2A dan lain sebagainya. Sedangkan administrasi yang berhubungan dengan ibadah social dalam hal ini adalah ibadah yang bersifat sosial keharta-bendaan yang dalam prakteknya melibatkan masyarakat sebagai penerima seperti ibadah qurban dan santunan yatim piatu yang dilakukan sebagian masyarakat pada wilayah desa tertentu.

Program Kerja

1. Pengumpulan & pelaporan data Sasaran yang dicapai adalah dapat dihimpun&diolah data-data berupa: - Data model 1A – 1B - Data Model F1-F17 - Data Kependudukan - Data Pemeluk Agama - Data Pembantu PPN - Data Kepegawaian - Data NTCR - Data Jidzawaibsos - Data lainnya

2. Pengumpulan pengolahan dokumentasi peraturan per-undang-undangan Sasaran yang dicapai adalah Terkumpulnya seluruh peraturan perundang-undangan yang berkenan tugas-tugas KUA Kecamatan

3. Peningkatan Kualitas SDM Sasaran yang dicapai adalah Meningkatnya kualitas dan profesionalisme kerja dan kinerja pegawai KUA serta tertatanya administrasi PPN, Penghulu dan Pembantu PPN

4. Meningkatkan tertib administrasi Sasaran yang dicapai adalah Pengelolaan administrasi NR dan Tata persuratan kantor yang sesuai dengan ketentuan serta komputerisasi data dan laporan berbasis penggunaan teknologi informasi

5. Optimalisasi penerimaan ZIS&Wakaf, sosialisasi ZIS dan Wakaf Dengan sasaran :

- Meningkatkan kesejahteraan asnaf

- Pengumpulan, pengelolaan, pendistribusian dan pendayagunaan ZIS secara efektif dan efisien -

Terdatanya tanah wakaf

- Pengusulan sertifikasi tanah wakaf

- Pengusulan bantuan sertifikasi tanah wakaf

- Terselesaikannya masalah perwakafan di masyarakat

- Meningkatnya kualitas pengelolaan dan manajemen wakaf di masyarakat

- Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berwakaf baik dari segi kualitas maupun kuantitas

6. Penerangan Agama Islam Dengan sasaran : - Terdatanya jumlah penduduk agama Islam - Terdatanya jumlah masjid, musholla & langgar - Menyelenggarakan penyuluhan agama Islam di masyarakat - Meningkatnya kesadaran beragama dan kualitas keagamaan di masyarakat - Meningkatnya kualitas dan kuantitas ibadah sosial di masyarakat

7. Pendidikan Agama Islam Dengan sasaran : - Terdatanya tempat penyelenggaraan (sekolah) pendidikan Islam dan siswa-siswi , pengajar pendidikan Islam (TPQ, ponpes, madin, dll) - Menyelenggarakan penyuluhan dibidang pendidikan agama Islam di masyarakat - Meningkatnya kualitas pendidikan Islam di masyarakat

8. Hisab Rukyat Dengan sasaran : - Penentuan arah kiblat dan koreksi arah kiblat untuk semua tempat ibadah Islam diwilayah Kecamatan Kragan. - Sertifikasi arah kiblat semua tempat ibadah Islam di wilayah Kecamatan Kragan - Pembinaan hisab rukyat mengenai penentuan awal ramadhan dan penentuan tanggal 1 syawal - Pembinaan hisab rukyat mengenai pembuatan dan penentuan penanggalan berdasar system kalender hijriyah - Pembinaan hisab rukyat mengenai penentuan waktu shalat

9. Sertifikasi Produk Halal Dengan sasaran : - Adanya inventarisasi produk halal. - Terlaksananya sosialisasi pencantuman label halal kepada produsen - Terlaksananya sosialisasi pentingnya penggunaan dan konsumsi label halal kepada masyarakat dalam mengkonsumsi produk - Terlaksananya Pelatihan penyembelihan hewan halal - Keluarnya sertifikasi produk halal dari lembaga yang berwenang (LPPOM-MUI)

10. Peningkatan Kualitas P3N dan Modin/Perawat Jenazah Putri Dengan sasaran : - Terlaksananya pelatihan peningkatan kualitas pembantu PPN - Terdatanya Modin Putri di desa-desa wilayah kec. Kragan - Terlaksananya pelatihan perawatan jenazah oleh modin putri Profil merupakan sebuah ilustrasi atau gambaran yang memberikan sebuah informasi tertulis mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kinerja, tugas dan tanggungjawab seorang kepala KUA dalam melaksanakan tanggungjawabnya. Adapun profil seorang kepala KUA adalah sebagai berikut: Kepala KUA sebagai Pejabat Tugas pokok dari kepala KUA adalah sebagaimana yang ditegaskan dalam KMA Nomor 517 Tahun 2001 yaitu melaksanakan sebagian tugas dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dibidang Urusan Agama Islam. Dari penjabaran tersebut maka seorang kepala KUA mempunyai tugas sebagai berikut:

1. Menyelenggarakan Statistik dan dokumentasi

2. Menyelenggarakan surat menyurat, pengurusan surat, kearsipan, pengetikan dan rumah tangga Kantor Urusan Agama

3. Mengurus dan membina kemasjidan, zakat wakaf, ibadah sosial, kependudukan dan pembinaan keluarga sakinah.

Hal ini sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Bimas Islam dan Penyelenggara Haji Dalam menjalankan fungsinya tersebut seorang kepala KUA Kec. Kragan dibantu oleh beberapa staf yang masing-masing diserahi tugas pada bidang tertentu. Sebagai Pembina dari para staf KUA yang menjadi bawahannya, kepala KUA Kec. Kragan memposisikan diri sebagai leader berusaha agar masing-masing staf tidak hanya mampu menangani datu bidang masalah saja akan tetapi juga mampu menangani bidang masalah lain yang menjadi tugas staf yang lain pula.

Kepala KUA senantiasa mengadakan koordinasi dengan para pegawai yang lain demi kelancaran pelaksanaan tugas secara maksimal. Begitu pula dengan institusi yang lain baik itu instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan LSM dengan harapan akan tercipta suatu kerjasama yang sinergis dan saling melengkapi dalam membina, memajukan dan meningkatkan pembangunan masyarakat disegala bidang serta peduli terhadap lingkungan dan masyarakat disekitarnya.

Kepala KUA sebagai Pemuka Agama Kepala KUA Kec. Kragan selain menjalankan tugasnya dalam kegiatan intern kantor juga sebagai pemuka agama di wilayah Kec. Kragan. Sebagai seorang pemuka agama maka kepala KUA Kec. Kragan haruslah senantiasa:

1. Mampu menjadi teladan bagi pegawai KUA dan Masyarakat Kragan dalam hal peningkatan kualitas dan kuantitas pelaksanaan ibadah serta akhlaqul karimah.

2. Selalu berusaha berdakwah kepada masyarakat Kragan dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar serta mensukseskan program pemerintah.

3. Selalu menjaga norma hukum dan norma agama ditempat kerja dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas peribadatan baik ibadah wajib maupun sunnah, diantaranya dengan cara menggalakkan sholat dhuha, shalat dzuhur berjamaah, maupun peningkatan kinerja dengan menggalakkan displin kerja, membudayakan sikap ramah dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Demikian juga dalam lingkup kehidupan keluarga dan rumah tangga, kepala KUA diharapkan mampu menjadi imam bagi anggota keluarga yang dipimpinnya, mampu membina keluarganya sehingga tercapai keluarga yang bahagia dan sejahtera, dan dapat mewujudkan sakinah yang akan menjadi contoh bagi para bawahan dan masyarakat pada umumnya.

4. Selalu berupaya menjadi seorang pemimpin yang dapat dijadikan contoh dan panutan khususnya bagi pegawai di kantor dalam hal akhlaqul karimah. Hal ini dimaksudkan agar para pegawai yang dipimpinnya bisa membawa diri ketika menghadapi masyarakat di kantor yang membutuhkan pelayanan prima dan untuk menghadapi masyarakat ketika berbaur di masyarakat sehingga citra Kementerian Agama akan terjaga di mata masyarakat.

5. Selalu berusaha untuk peka terhadap perubahan dan dinamika yang terjadi di masyarakat serta terhadap tuntutan perubahan jaman dan kecanggihan teknologi.

6. Kepala KUA juga memposisikan dirinya sebagai mufti ditingkat wilayah kecamatan sehingga mampu menjawab dan memberi solusi tentang masalah keagamaan, mampu mengembangkan kehidupan keagamaan, meningkatkan pengamalan keagamaan dan pembangunan dibidang keagaman. Disamping itu mengembangkan istitusi keagamaan, badan kependidikan dan pengajaran agama Islam sehingga kepala KUA menjadi tokoh yang memberi contoh dan teladan baik bagi masyarakat.

7. Berusaha menciptakan Tri Kerukunan Umat Beragama dengan cara bersama-sama dengan aparat dan Muspika yang lain menciptakan kondisi yang kondusif, aman, tenteram dan damai di masyarakat.

Selain itu dalam setiap kesempatan juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga keharmonisan, ketentraman dan persaudaraan antar anggota masyarakat serta untuk selalu taat kepada pemerintah selaku ulil amri.

Kepala KUA sebagai Pemuka Masyarakat Sebagai salah satu orang yang ditokohkan oleh masyarakat di wilayah Kec. Kragan, Kepala KUA Kec. Kragan juga turut berperan menjadi stabilisator, motivator dan fasilitator bagi pembangunan di masyarakat. Selain itu juga dituntut untuk dapat berperan sebagai dinamisator di tengah-tengah masyarakat, sehingga proses pembangunan baik fisik maupun non fisik dapat berjalan dengan baik sesuai dengan program yang dicanangkan pemerintah.

Kepala KUA berusaha mengayomi masyarakat, membimbing masyarakat, dan mampu memposisikan dirinya sebagai contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat serta mampu memberikan solusi terhadap problematika yang terjadi di masyarakat.

Kepala KUA sebagai Abdi Masyarakat Adanya pemahaman dan doktrin yang telah tertanam bahwa Pegawai Negeri Sipil selain sebagai Abdi Negara dan juga sekaligus merupakan abdi masyarakat, maka Kepala KUA Kec. Kragan berusaha semaksimal mungkin untuk memposisikan dirinya menjadi abdi dan pelayan yang baik bagi masyarakat dan Negara, yang harus melayani kebutuhan masyarakat dengan mutu dan kualitas pelayanan prima. Hal ini telah dilaksanakan dengan cara:

1. Memberikan bimbingan dan pelayanan kepada masyarakat muslim agar mampu melaksanakan ajaran agama Islam dengan baik dan benar serta dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas ibadahnya. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat mampu mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran agama dalam kehidupan berkeluarga, ber-masyarakat dan bernegara.

2. Selalu berusaha membangun, mempertahankan dan meningkatkan citra Kementerian Agama dan KUA, baik ketika dalam posisi sebagai pejabat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan abdi masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar KUA menjadi lembaga yang disegani oleh masyarakat.

3. Selalu berusaha memberikan bimbingan kepada masyarakat agar bersikap hati-hati dan kritis terhadap terjadinya perkembangan sehingga tidak terjebak dalam fanatisme kelompok, permusuhan antar sesama elemen masyarakat serta menghilangkan sikap acuh-tak acuh terhadap kelompok lain.

Kepenghuluan Perkawinan merupakan bidang terbesar diantara bidang-bidang yang ditangani KUA Kec. Kragan. Bidang ini merupakan wilayah kerja penghulu. Dalam menangani masalah yang berkaitan dengan bidang munakahat harus memenuhi dua unsur hukum sekaligus yaitu hukum Negara (perundang-undangan) dan hukum agama Islam. UU No.1 tahun 1974 tentang perkawinan yang dalam pelaksanaannya diatur dalam PP no 9 tahun 1975, PMA no 02 tahun 1990, KMA no 477 tahun 2004, KMA No. 11 tahun 2006, Kompilasi hukum Islam sebagai aturan pendamping telah menentukan azas pernikahan sebagai berikut:

1. Tujuan perkawinan adalah membentuk keluarga yang kekal dan bahagia

2. Sahnya perkawinan bilamana dilaksanakan sesuai dengan agama masing-masing dan aturan perundang-undangan yang berlaku

3. Perkawinan harus dicatat oleh lembaga yang berwenang

4. Perkawinan di Indonesia menganut azas monogamy

5. Azas mempersulit perceraian

6. Suami dan istri mempunyai kedudukan yang seimbang

Mengacu pada pada ke-enam prinsip dasar tersebut maka KUA Kecamatan Kragan mengambil langkah sebagai berikut:

1. Agar pasangan suami istri dapat bahagia dan kekal ketika akan menikah diberikan bekal pembinaan mental catin dengan tujuan agar para catin siap menghadapi berbagai hal yang akan terjadi dalam sebuah perkawinan/rumah tangga, baik hal yang menyenangkan yang patut disyukuri maupun hal yang tidak menyenangkan yang menuntut kesabaran sehingga suami istri bisa qonaah menjaga kelangsungan dan keutuhan rumah tangga dan perkawinan mereka.

2. Tidak melaksanakan pengawasan dan pencatatan perkawinan bagi pasangan yang beda agama bahkan untuk salah satu pasangan yang baru masuk Islam ketika merencanakan pernikahan, sebelum pernikahan terjadi selalu dihimbau agar banyak belajar agama Islam muali dari aqidah, muamalah, ibadah dan lain sebagainya. Hal itu dimaksudkan agar muallaf tersebut tidak menjadikan pernikahan dan agama sebagai kedok untuk niat yang tidak baik (hanya untuk bisa menikah dengan orang yang disukai) lalu kembali ke agama yang lama. Juga diberikan pengertian bahwa bila salah satu dari pasangan suami istri tersebut yang murtad maka dengan sendirinya pernikahan akan fasiq.

3. KUA Kragan menolak untuk menikahkan sirri (tidak dicatat/hanya menggunakan hukum agama dan mengesampingkan aturan undang-undang) dan selalu menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari nikah sirri dengan berbagai kekurangan, kelemahan dan kibat negatif yang timbul daripadanya. Sosialisasi tentang pentingnya legalitas dalam sebuah perkawinan yang dibuktikan dengan adanya buku kutipan nikah model NA yang digunakan sebagai bukti akta otentik yang mempunyai kekuatan hukum yang kuat sebagai pembuktian atas terjadinya peristiwa pernikahan yang sesuai dengan hukum agama dan hukum Negara. Karena ini terkait erat dengan pernasaban, kewalian anak, waris dan lain sebagainya.

4. KUA Kragan menolak poligami hanya dengan berbekal istri tua pada selembar kertas bermaterai 6000 atau kertas segel tanpa ada ijin dari Pengadilan Agama.

5. Dalam kaitannya dengan bimbingan dan penasehatan perkawinan KUA Kragan senantiasa berusaha untuk memberikan pengertian kepada pasangan suami istri yang sedang mengalami konflik rumah tangga. Dalam hal ini KUA melalui BP4 bertindak sebagai konselor perkawinan dengan memberikan pertimbangan, nasehat dan saran kepada pasangan yang membutuhkan layanan konseling perkawinan mereka.

6. Ketika pasangan memasuki fase pra menikah maupun fase pasca pernikahan, KUA Kecamatan Kragan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pengertian, pemahaman dan wawasan yang luas tentang pernikahan dan bunga rampainya dengan mengutamakan nasehat tentang pemenuhan kewajiban masing-masing pihak dan keseimbangan kedudukan masing-masing pihak dalam rumahtangga.

Tidak hanya itu, setiap penasehatan suscatin pranikah, catin selalu diberikan buletin klinik sakinah secara gratis. Hal tersebut diatas merupakan tugas kepenghuluan yang ada di KUA Kecamatan Kragan yang telah berjalan dengan baik. Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada dan kinerja dari pada Pembantu PPN dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, maka diadakan pertemuan untuk mengkoordinasikan dan melakukan pembinaan kepada semua Pembantu PPN se-Kecamatan Kragan yang diadakan tiga bulan sekali. Dalam kesempatan tersebut juga sekaligus menerima informasi penting yang berkaitan dengan masalah pernikahan dan lain sebagainya.

Dalam hal administrasi yang berkaitan dengan pelayan prima kepada masyarakat maka Penyerahan Buku Kutipan Akta Nikah (Model NA) kepada pengantin diberikan langsung setelah akad nikah selesai dilaksanakan. Begitu pula dalam hal pencatatan peristiwa nikah dalam Buku Akta Nikah (Model N) dilakukan segera setelah akad nikah selesai dilaksanakan. Dalam hal waktu pelayanan nikah kepada masyarakat, KUA Kecamatan Kragan berusaha untuk melayani pelaksanaan nikah diluar kantor secara tepat waktu sesuai dengan keinginan atau kehendak masyarakat. Arsipasi Model N.1, N.2,N.3, N.4, N.B serta persyaratan lain sebagai bukti penunjang dilakukan secara teratur dan dinamis, antara lain foto copy akta kelahiran, bukti duda/janda dan sebagainya, begitu pula ekspedisi pengambilan buku Model NA juga ditata dengan baik.

Kasi Urais selaku pejabat yang berwenang membina kegiatan kepenghuluan di KUA dan sesuai dengan pasal 1 PMA No. 2 tahun 1990 yang menyatakan bahwa setiap minimal 3 (tiga) bulan sekali melakukan pemeriksaan administrasi NTCR di KUA serta melakukan pengawasan atas pelaksanaan tugas kepenghuluan. Bimbingan Perkawinan Keluarga yang bahagia dan kekal sebagaimana disebut dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 atau sering disebut keluarga sakinah mawaddah wa rahmah sebagaimana dinyatakan dalam KHI merupakan dambaan dari setiap pasangan suami istri sehingga setiap akan berusaha untuk mencapai hal tersebut.

Namun untuk mencapainya tidak mudah Karena dibutuhkan pemahaman akan posisi, fungsi dan kewajiban masing-masing pihak. Kadang dalam sebuah keluarga terjadi konflik berkepanjangan tanpa mengetahui solusinya. Setiap catin yang hendak melaksanakan pernikahan secara intensif dan rutin dilakukan kursus kilat calon pengantin yang merupakan kegiatan memberikan penyuluhan tentang pengenalan, pembinaan, bimbingan, konseling dan penasehatan perkawinan dan keluarga sakinah pra-pernikahan pada semua catin yang melakukan pendaftaran nikah. Untuk hal tersebut maka KUA Kecamatan Kragan mengambil langkah dan upaya untuk membantu keluarga yang mempunyai masalah seperti itu dengan langkah-langkah:

1. Menyelenggarakan penasehatan pra nikah ketika para catin mendaftarkan diri di KUA Kecamatan Kragan. Hal ini dimaksudkan agar para catin mempunyai bekal yang cukup dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap pernikahan dan selukbeluknya.

2. Memberikan jasa konsultasi dan bimbingan terhadap pasangan suami istri yang mempunyai masalah dalam perkawinan maupun yang membutuhkan konseling perkawinan serta mereka yang akan mengajukan cerai dan berusaha mencegah terjadinya perceraian.

3. Bekerjasama dengan petugas paramedis dan penyuluh PLKB Kecamatan Kragan untuk senantiasa memberikan penyuluhan dan sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi remaja. Ini dikhususkan kepada para catin yang akan menikah.

Dibidang keluarga sakinah, KUA Kecamatan Kragan melakukan langkah sebagai berikut:

1. Membentuk SATGAS Keluarga Sakinah Tk. Kecamatan.

2. Mengadakan pendataan Keluarga Sakinah di setiap desa melalui P3N.

3. Menetapkan desa binaan keluarga sakinah yaitu desa Sendangmulyo.

KEMASJIDAN

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat berjamaah saja akan tetapi juga dapat dijadikan tempat pembinaan keagamaan bagi kaum muslimin dan kegiatan lain yang bersifat keagamaan serta pengembangan kualitas hidup umat islam. Pengisian masjid dengan berbagi kegiatan keagamaan adalah dalam upaya memakmurkan masjid, syiar Islam dan dakwah islamiyah sehingga kaum muslimin dapat beribadah dan bermasyarakat dengan benar dalam suasana pergaulan yang berlandaskan akhlaqul karimah. Hal ini semua akan dapat terjadi ketika manajemen masjid dikelola secara bagus.

Hal lain yang tak kalah penting adalah status hukum atas tanah masjid dan tempat ibadah lain yang jelas sehingga tidak diganggu dan digugat pihak tertentu, dipegang oleh pengurus yang orang-orangnya mempunyai semangat berjuang tanpa pamrih dan ahli dalam menyusun program kerja. Melihat hal-hal tersebut diatas, maka KUA Kec. Kragan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Sertifikasi Arah kiblat pada tempat ibadah islam yaitu masjid, musholla, langgar dan verifikasi kiblat makam tiap desa se-kec. Kragan.

2. Berupaya menertibkan organisasi dan administrasi kemasjidan dengan memberi bimbingan serta pembinaan kepada para pengurus masjid, langgar dan musholla.

3. Menghimbau kepada pengurus masjid agar membuat program dakwah, sosial dan pendidikan sehingga masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat berjamaah saja. Disamping itu juga melakukan pembinaan dan pengembangan organisasi kemasjidan.

4. Mengupayakan setiap tanah yang didirikan masjid, langgar atau musholla berstatus tanah bersertifikat wakaf.

5. Mengupayakan masjid mampu membentuk kader penerus yang menggantikan generasi tua sehingga kemakmuran masjid dapat terjaga

6. Mempersiapkan salah satu masjid untuk mengikuti lomba kemasjidan

7. Membantu mengurus kelancaran permohonan bantuan pembangunan rehabilitasi masjid, langgar dan musholla

Zakat Infaq Shadaqah Zakat merupakan ibadah maliyah yang di syariatkan Allah agar harta tidak hanya dinikmati oleh para aghniya’ saja akan tetapi juga bermanfaat bagi kaum dhuafa’ dalam rangka meningkatkan kualitas hidupnya. Di Indonesia dalam hal pelaksanaan ibadah ini diatur oleh UU No. 38 tahun 1999. Lahirnya UU ini dimaksudkan agar umat Islam semakin sadar akan kewajibannya dan pelaksanaannya dapat sesuai dengan yang diharapkan.

Dalam rangka peningkatan penanganan zakat infaq dan shadaqah di Kec. Kragan, KUA mengambil langkah sebagai berikut:

1. Bekerjasama dengan Muspika, Kepala Desa dan Pembantu PPN dalam mensosialisasikan undang-undang Nomor 38 tahun 1999 kepada masyarakat muslim di Kec. Kragan serta berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengeluarkan ZIS yang tidak hanya terpaku pada zakat fitrah saja akan tetapi juga berkembang ke zakat maal dan bentuk zakat lainnya.

2. Menghimbau kepada para aghniya’ melalui para ustadz, kyai agar melaksanakan kewajibannya mengeluarkan zakat, infaq dan shadaqah melalui pengajian, majelis ta’lim maupun mimbar jum’at. 3. Memohon kepada camat Kragan agar mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk mengeluarkan infaq di bulan ramadhan.

4. Membentuk dan mengaktifkan Badan Amil Zakat periode 2007-2010 sebagai lembaga semi resmi.

5. Meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam mengelola dan mendistribusikan zakat mulai dari pengumpulan sampai dengan pendayagunaan dan pengawasan pelaksanaan zakat yang tepat sasaran.

6. Memantau dan mengevaluasi perolehan zakat, infaq dan shadaqah

7. Mengembangkan pentasarufan ZIS untuk pengembangan ekonomi dalam rangka pengentasan kemiskinan.

8. Pendataan fakir dan miskin di wilayah Kec. Kragan dan Melaporkan data mustahiq dan muzakki.

PERWAKAFAN

Perwakafan tanah milik merupakan salah satu asset umat Islam yang keberadaannya sangat mendukung berbagai kegiatan keagamaan, karena semua kegiatan tersebut membutuhkan tempat resmi yang tidak terganggu keberadaan statusnya.

Dalam pelaksanaan ikrar wakaf, pihak-pihak yang berkaitan dengan ikrar wakaf seperti wakif, 2 orang saksi, nadzir (ketua, sekretaris, bendahara, 2 orang anggota) diminta menghadap kepada kepala KUA secara langsung selaku PPAIW di KUA.

Adapun jika memungkinkan pelaksanaan ikrar wakaf bertempat di tempat ibadah atau tempat pendidikan sebagai obyek wakaf dengan dihadiri dan disaksikan oleh masyarakat setempat sehingga mereka bisa turut menyaksikan ikrar wakaf tersebut karena suatu saat kelak masyarakatlah yang akan menjadi saksi kuat bahwa benar telah terjadi ikrar wakaf dari wakif kepada nadzir dihadapan PPAIW.

Model ikrar wakaf seperti tersebut diatas disosialisasikan dan dibudayakan kepada masyarakat agar mereka termotivasi untuk berwakaf dan sekaligus sebagai upaya untuk syiar Islam. Selain tradisi ini juga bertujuan untuk memberikan kesadaran hukum kepada masyarakat, bahwa tanah yang telah diwakafkan hendaknya dilegalisasi dihadapan PPAIW dan untuk selanjutnya diproses sertifikat wakafnya agar kemudian hari tidak timbul masalah yan bisa mengakibatkan pencabutan wakaf karena tidak da bukti otentik secara sah menurut hukum dan undang-undang bahwa tanah tersebut telah diwakafkan.

Upaya sosialisasi wakaf tersebut kami laksanakan dengan cara berkoordinasi dengan kepala desa se-Kecamatan Kragan dan menugaskan kepada pembantu PPN untuk membantu pelayanan perwakafan. Yang dimaksud perwakafan disini adalah perwakafan tanah milik, karena yang terjadi di Kecamatan Kragan hanyalah perwakafan model ini. Tanah wakaf ini harus dijaga kelestariannya karena merupakan asset yang dimiliki oleh umat Islam yang dapat dijadikan sebagai tempat mendirikan bangunan yang akan digunakan sebagai media ibadah dan dakwah. Kuantitas dan kesadaran masyarakat Kragan untuk mau ber-wakaf (mewakafkan tanah milik pribadi mereka) maupun untuk menjamin kepastian hukum tanah wakaf yang ada di masyarakat semakin tahun semakin meningkat.

Namun kampanye dan sosialisasi tentang kesadaran berwakaf dan untuk memperjelas status tanah wakaf tersebut juga selalu dilaksanakan karena masih banyak asset tanah wakaf yang belum diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk mengurus ikrar wakaf maupun pensertifikatan tanah wakaf guna menjamin kepastian hukum, jaminan keamanan dan eksistensi obyek wakaf . Untuk kelestarian dan kepastian hukum masalah tanah wakaf ini KUA Kec. Kragan menempuh langkah sebagai berikut:

1. Penataan administrasi tanah wakaf mulai dari ikrar wakaf, akta ikrar wakaf, pengesahan nadzir dan membuat direktori wakaf.

2. Mengadakan sosialisasi perundang-undangan yang mengatur masalah wakaf kepada masyarakat dengan tujuan agar perwakafan tidak hanya dilakukan secara lesan yang berakibat kurang jelasnya kepastian hukum atas tanah tersebut namun juga ikrar wakaf dilakukan secara tertulis dihadapan PPAIW dengan bukti akta ikrar wakaf yang kemudian dilanjutkan dengan pensertifikatan tanah wakaf.

3. Membantu pengurusan sertifikat tanah wakaf di BPN bersama dengan Gara ZAWA Kandepag Kab. Rembang.

4. Memantau pemanfaatan tanah wakaf apakah sesuai dengan tujuan wakaf atau tidak.

Demi keselamatan harta wakaf di wilayah Kecamatan Kragan Kantor Urusan Agama Kecamatan Kragan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Mengadakan penyuluhan tentang pentingnya pengamanan harta wakaf melalui sertifikasi tanah wakaf setiap ada konferensi Kepala Desa.

2. Melayani dan mempermudah bagi warga yang berniat untuk sertifikasi tanah wakaf (program jemput bola).

IBADAH HAJI

Kegaiatan ibadah haji adalah ibadah yang tidak hanya selesai setelah melakukan haji dan umroh di haramain saja akan tetapi juga membutuhkan tindaklanjut dari para hujjah untuk selalu memelihara ke-mabrur-an haji. Sehingga para hujjah dituntut untuk lebih peka terhadap masalah sosial yang ada dilingkungannya sendiri-sendiri secara khusus dan lingkungan masyarakat yang lebih besar pada umumnya.

Demikian juga masyarakat dan instansi pemerintah yang berkompeten juga diharapkan mampu memberdayakan mereka. Dalam hal ini KUA Kragan mulai merintis untuk mendata para hujjah yang tersebar di Kragan. Langkah yang dilakukan KUA antara lain:

1. Bekerjasama dengan IPHI Kec. Kragan, KUA melaksanakan bimbingan manasik haji kepada para calon jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci.

2. Berusaha memberikan informasi terhadap masyarakat tentang seluk-beluk per-haji-an.

3. Melakukan pendataan terhadap para jamaah haji yang telah melaksanakan ibadah haji

4. Melakukan koordinasi dengan IPHI dan Kecamatan Kragan untuk melaksanakan kegiatan pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji.

5. Turut aktif ikut serta dalam pengajian yang diselenggarakan oleh IPHI kragan.

Kegiatan Ibadah dan Sosial Lainnya KUA Kragan senantiasa secara aktif selalu mendorong kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan ibadah mereka dan kegiatan sosial kemasyarakatan demi kemajuan pembangunan masyarakat. Misalnya saja pada kegiatan pelaksanaan ibadah qurban, pengajian umum dan majelis ta’lim, peringatan hari besar keagamaan dan lain sebagainya.

KEMITRAAN UMAT

Badan Hisab Rukyat (BHR)

1. Optimalisasi Kinerja Tim Pengukuran arah kiblat tingkat Kecamatan Kragan

2. Melakukan pengukuran arah kiblat dan memasang plang tanda arah kiblat di semua maqam/kuburan di wilayah Kecamatan Kragan

3. Melakukan pengukuran arah kiblat di semua tempat ibadah Islam di wilayah Kecamatan Kragan 4. Pembagian Jadwal waktu shalat dan imsakiyah untuk seluruh tempat ibadah islam di wilayah kec. Kragan

5. Melakukan sosialisasi tentang penyeragaman waktu sholat dan jadwal imsakiyah pada tempat ibadah Islam di wilayah Kecamatan Kragan.

6. Melakukan pelayanan pengukuran arah kiblat pada rumah masyarakat dan tempat ibadah.

Produk Halal

1. Mengadakan inventarisasi produk halal.

2. Melakukan sosialisasi pencantuman label halal kepada produsen

3. Memberikan sosialisasi pentingnya penggunaan dan konsumsi label halal kepada masyarakat dalam mengkonsumsi produk

4. Pelatihan penyembelihan hewan halal

5. Pengusulan sertifikasi produk halal Kegiatan semi resmi merupakan satu bentuk kegiatan Kantor Urusan Agama Kecamatan Kragan diluar kegiatan pokoknya sebagai pengawas dan pencatat peristiwa nikah dan rujuk serta perwakafan.

Kegiatan ini diadakan dalam rangka tanggungjawabnya memajukan dan mendewasakan umat Islam. Kegiatan semi resmi yang dilakukan Kantor Urusan Agama Kecamatan Kragan diantaranya adalah:

Badan Kesehteraan Masjid (BKM)

Kepala KUA Kecamatan Kragan merupakan ketua BKM yang mempunyai tanggungjawab agar masjid dapat berfungsi sebagai tempat ibadah dan juga sebagai tempat pembinaan dan pengembangan umat Islam agar kualitas dan kuantitas ibadah umat Islam serta kualitas kehidupan umat Islam lebih meningkat. Intinya, masjid juga digunakan sebagai tempat dakwah umat Islam sehingga masjid dapat melahirkan masyarakat Islam yang benar-benar berkualitas Islam kaffah yang paham dan mampu mengamalkan ajaran Islam.

Dengan hal ini maka diharapkan syiar Islam akan nampak dan terwujud. Untuk mencapai tujuan ini maka kepala KUA Kecamatan Kragan mengambil langkah sebagai berikut:

1. Mengupayakan masjid dipegang oleh pengurus yang benar-benar amanah dalam menjalankan pengabdian dan amanah yang dibebankan kepadanya, pandai menyusun program dan mampu menjalankan program tersebut dengan baik, mempunyai semangat ikhlas untuk berjuang dijalan Allah.

2. Mengupayakan masjid mempunyai administrasi yang baik dengan membantu pembentukan dan penyempurnaan pengurus masjid

3. Mengupayakan untuk mengefektifkan dakwah di masjid

4. Mengupayakan tersedianya perpustakaan masjid dengan buku-buku yang lengkap dan memadai yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung, masyarakat dan jamaah.

5. Membina, meningkatkan & mengembangkan tempat ibadah serta meningkatkan penghayatan dan pengamalan ajaran Islam. Lembaga Pembina Pengamalan Agama (LP2A) Pengamalan dan peningkatan pengetahuan dan pemahaman agama kepada masyarakat merupakan hal yang penting dalam agama karena Islam akan nampak sebagai rahmatan lil ‘alamin ketika umatnya memahami dan mengamalkan Islam secara sempurna/Kaffah.

Berhubungan dengan hal tersebut maka KUA Kecamatan Kragan mengambil langkah sebagai berikut:

1. Mengefektifkan para penyuluh agama Islam non PNS/Penyuluh agama Islam honorer yang ada di Kecamatan Kragan.

2. Melakukan koordinasi dan kerjasama yang baik dengan para ustadz, kyai dan tokoh agama serta para penyuluh honorer di wilayah Kecamatan Kragan sehingga penyuluhan agama Islam bisa berjalan maksimal dan diterima oleh masyarakat.

3. Melakukan koordinasi dengan lembaga dakwah dan ormas Islam di wilayah Kecamatan Kragan. 4. Mengisi pengajian di instansi terkait, disaat diadakan rakor dinas Instansi tingkat Kecamatan Kragan satu bulan sekali.

5. Meningkatkan dan menggairahkan pelaksanaan ibadah sosial di masyarakat.

6. Menunjuk dan memilih desa binaan LP2A serta melakukan pembinaan terhadap desa binaan (qoriyah toyyibah)

7. Mengisi khotbah Jum’at di masjid Ar-rohman Kragan setiap Jum’at Pon. Termasuk melibatkan para Pembantu PPN yang dipandang mampu.

Badan Penasehatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4)

Cita-cita untuk mewujudkan keluarga sakinah mawaddah dan rahmah sebagaimana disebut dalam KHI atau untuk mewujudkan keluarga yang kekal dan bahagia sebagaimana disebutkan dalam undang-undang perkawinan nomor 1 tahun 1974 merupakan dambaan setiap orang. Namun untuk menuju kearah tujuan mulia tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dicapai karena dalam menjalani kehidupan perkawinan banyak sekali rintangan yang bisa berujung pada perselisihan yang akhirnya dapat menghapuskan gambaran cita-cita yang diinginkan tersebut. Atas dasar inilah maka dibentuklah badan penasehatan, pembinaan dan pelestarian perkawinan yang bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan tentang selukbeluk pernikahan dan segala permasalahannya serta bertujuan untuk menjadi wadah bagi tempat meminta nasehat, bimbingan dan mediator/konselor bagi pasangan yang memerlukan konseling perkawinan. Dalam mewujudkan tujuan mulia tersebut BP4 Kecamatan Kragan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Menyelenggarakan penasehatan pada catin ketika mereka melakukan pendaftaran kehendak nikah di KUA atau dalam masa tenggang 10 hari sebelum pernikahan. Ini dimaksudkan agar mereka betul-betul mempunyai kesiapan, pemahaman tentang perkawinan beserta kewajiban dan tanggungjawab yang melekat sebagai suami istri. Disamping itu juga diberikan pengertian tentang segala permasalahan yang kerap kali timbul dalam sebuah perkawinan

2. Senantiasa membuka kesempatan kepada siapa saja untuk berkonsultasi tentang bunga rampai dan permasalahan perkawinan atau konsultasi dan penasehatan ketika terjadi konflik dalam rumah tangga.

3. Senantiasa meningkatkan kemampuan dan profesionalisme bagi korp penasehat dalam mengidentifikasi, memberikan layanan konsultasi dan bimbingan serta penasehatan dan sekaligus kemampuan mencari solusi/pemecahan masalah pernikahan.

4. Pembenahan administrasi pernikahan

5. Menunjuk dan membina desa binaan keluarga sakinah dengan membentuk satgas desa binaan keluarga sakinah dan kader motivator keluarga sakinah

Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ)

Sebagai lembaga yang bertugas untuk mengembangkan tilawatil qur’an, Kantor Urusan Agama Kecamatan Kragan telah melakukan upaya dalam rangka membentuk umat Islam yang mampu membaca al-qur’an secara fasih dan benar, maka telah dilakukan upaya-upaya sebagai berikut:

1. Membentuk badko TPQ tingkat kecamatan kragan yang merupakan wadah koordinasi antar TPQ se Kecamatan Kragan serta mengirim ustadz/ustadzah untuk mengikuti pembinaan di tingkat kabupaten rembang.

2. Menyelenggarakan seleksi MTQ di tingkat Kecamatan Kragan dengan mengadakan MTQ Tk. Kecamatan dalam rangka HUT RI Ke 65 tahun 2010.

3. Mengirimkan kafilah untuk mengikuti MTQ tingkat kabupaten Rembang dengan Mengirimkan peserta Qori’/Qori’ah untuk mengikuti MTQ di tingkat Kabupaten.

4. Sesuai dengan penunjukan Kantor Kementerian Agama Kab. Rembang, mengirimkan peserta MTQ yang menjadi utusan dari Kab. Rembang untuk mengikuti MTQ tingkat propinsi.

5. Berupaya untuk membentuk JQH kecamatan Kragan

6. Mengadakan bimbingan TPQ di desa-desa sewilayah Kecamatan Kragan dan melakukan pendataan TPQ setiap 6 bulan sekali.

7. Membina pengelola pelatihan pengembangan tilawatil qur’an di wilayah kecamatan kragan.

Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)

Hari besar Islam merupakan momen yang tepat untuk melakukan syiar Islam karena akan mudah untuk diingat, dipahami dan merupakan dakwah yang mudah untuk menyentuh kesadaran keberagamaan masyarakat. Adapun langkah yang dilakukan Kantor Urusan Agama Kecamatan Kragan adalah:

1. Penyelenggaraan peringatan tahun baru Islam (muharraman) dengan gerakan santuni anak yatim piatu.

2. Menghadiri dan memberikan sambutan pengrahan pada acara PHBI yang diadakan di desa-desa.

3. Membuat desa binaan LP2A yaitu desa Sendangmulyo

4. Rukuhisasi, membagikan rukuh di masjid dan mushola

5. Penyelenggaraan kegiatan halal bihalal tingkat kecamatan

6. Bekerja sama dengan badko TPQ kecamatan dan LPTQ kecamatan mengadakan musabaqoh tilawatil qur’an dan murottal tingkat kecamatan Kragan.

Kepala KUA Kecamatan Kragan dalam kerja dan kinerjanya tidak hanya bertanggungjawab mengenai masalah perkawinan, perwakafan, LPTQ, BKM dan kegiatan lain yang menjadi bidang tugas KUA saja akan tetapi juga berperan aktif dalam bidang lain yang merupakan kegiatan lintas sektoral dengan bekerja sama dengan pihak lain yang terkait baik dinas instansi maupun dengan muspika untuk membangun masyarakat dan mensukseskan pembangunan.

Pembangunan yang dimaksud adalah pembangunan fisik mental yang terangkum dalam pembangunan ideologi, sosial budaya, ekonomi, kesehatan, keamanan, pendidikan dan bidang lain yang tidak mungkin hanya ditangani oleh satu instansi saja tetapi harus membutuhkan kerjasama yang baik antar instansi yang terkait. Untuk hal itu, maka Kantor Urusan Agama Kecamatan Kragan turut membangun masyarakat dan berperan aktif dalam kegiatan lintas sektoral. Langkah yang dilakukan diantaranya:

1. Turut ambil bagian bersama dengan Camat dan muspika serta dinas instansi lain dalam mensukseskan pembangunan dan membangun masyarakat.

2. Mengikuti dan menghadiri kegiatan-kegiatan lintas sektoral di tingkat kecamatan yang diselenggarakan oleh instansi/pihak terkait

3. Berperan aktif dalam kegiatan lintas sektoral serta meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan di wilayah Kecamatan Kragan.

4. Saling bertukar informasi dan data yang dibutuhkan untuk mendapatkan data yang valid, actual dan lengkap.

5. Memberikan bantuan berupa ceramah keagamaan, petugas do’a dan bantuan lain dibidang keagamaan kepada dinas/instansi dan unsur lain di wilayah kecamatan kragan baik secara materi maupun non materi.

Demikian sekilas tentang profil KUA Kec. Kragan Kab. Rembang dimana profil ini merupakan gambaran dari kinerja kepala dan segenap karyawannya yang didukung oleh semua pihak. Kami menyadari bahwa dalam kinerja tentu masih sangat banyak kekurangan yang ditemui disana-sini akan tetapi kami secara berlapanghati terbuka dalam menerima kritik membangun dengan tujuan untuk lebih dapat meningkatkan kualitas kinerja kami sehingga KUA Kec. Kragan bisa lebih baik.

Dari profil yang singkat dan sederhana ini kami berharap agar pembaca mendapatkan informasi yang positif tentang KUA Kec. Kragan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam melaksanakan tugas-tugas KUA.

Akhirnya kami terus berharap kepada Allah untuk senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kami sehingga kami bisa bekerja dan menjalankan amanah yang embankan kepada kami sebagai abdi masyarakat dan abdi Negara dengan baik. Amin.